PEMERINTAH India berada dalam tekanan terkait dengan laporan-laporan yang menyebutkan, bahwa pihaknya sebenarnya mengetahui akan ada serangan di Mumbai tetapi gagal bertindak.
Laporan-laporan itu menyebutkan pemerintah India bahkan mengetahui para pelaku akan menggunakan perahu.
Ratusan orang turun ke jalan Hari Minggu untuk memprotes pemerintah yang dianggap gagal. Mereka mengatakan pihak berwenang seharusnya lebih siap menghadapi serangan dan juga mempertanyakan apakah mereka mengabaikan peringatan akan adanya serangan ini.
Peristiwa di Mumbai tersebut menelan 172 korban jiwa.
Perdana Menteri India, Manmohan Singh memimpin perundingan untuk menentukan langkah-langkah baru melawan terorisme. Dia mengatakan pemerintah berencana untuk membentuk badan anti-teror.
Kantor berita Reuters mengutip Singh yang mengatakan pemerintah akan memperluas dan menambah pasukan anti-teror.
Penyelidikan
Wakil Menteri Dalam Negeri India, Shakeel Ahmad mengatakan kepada BBC bahwa hampir semua penyerang Mumbai adalah warga Pakistan, dan berlatih di sebuah pulau di Pakistan.
"Sudah sangat jelas dipastikan dengan sendirinya kemarin bahwa semua teroris yang tewas dari Pakistan. Mereka warga Pakistan. Mereka bertanggungjawab atas serangan di Mumbai. Soal apakah mereka mendapat dukungan pemerintah atau apakah ada keterlibatan pemerintah di dalamnya, itu akan terungkap setelah penyelidikan", kata Shakeel Ahmad.
Namun Duta Besar Pakistan untuk Washington, Hussain Haqqani mengatakan kepada televisi Amerika, saat ini bukan waktunya India melontarkan tuduhan terhadap Pakistan.
"Saya rasa ini bukan saatnya bagi India atau siapa pun di India menuduh Pakistan. Ini saatnya untuk bekerjasama dengan Pakistan. Pakistan kini negara demokrasi. India negara demokrasi. Dan sebagai dua demokrasi, kita perlu saling memperkuat, bukannya masuk ke dalam jebakan para teroris, yang menghendaki kita saling berperang, sehingga mereka bisa menjadi lebih kuat", kata Haqqani.
Pakistan menegaskan pemerintah telah melakukan apa saja dalam kemampuannya untuk memberikan jaminan kepada India.
Sekitar 10 militan diperkirakan terlibat dalam serangan Rabu lalu yang terjadi di dua hotel, stasiun kereta api, rumah sakit dan pusat Yahudi.
Sebagian besar korban tewas adalah warga India, sedangkan sekitar 22 orang adalah warga asing.
bbc
Laporan-laporan itu menyebutkan pemerintah India bahkan mengetahui para pelaku akan menggunakan perahu.Ratusan orang turun ke jalan Hari Minggu untuk memprotes pemerintah yang dianggap gagal. Mereka mengatakan pihak berwenang seharusnya lebih siap menghadapi serangan dan juga mempertanyakan apakah mereka mengabaikan peringatan akan adanya serangan ini.
Peristiwa di Mumbai tersebut menelan 172 korban jiwa.
Perdana Menteri India, Manmohan Singh memimpin perundingan untuk menentukan langkah-langkah baru melawan terorisme. Dia mengatakan pemerintah berencana untuk membentuk badan anti-teror.
Kantor berita Reuters mengutip Singh yang mengatakan pemerintah akan memperluas dan menambah pasukan anti-teror.
Penyelidikan
Wakil Menteri Dalam Negeri India, Shakeel Ahmad mengatakan kepada BBC bahwa hampir semua penyerang Mumbai adalah warga Pakistan, dan berlatih di sebuah pulau di Pakistan.
"Sudah sangat jelas dipastikan dengan sendirinya kemarin bahwa semua teroris yang tewas dari Pakistan. Mereka warga Pakistan. Mereka bertanggungjawab atas serangan di Mumbai. Soal apakah mereka mendapat dukungan pemerintah atau apakah ada keterlibatan pemerintah di dalamnya, itu akan terungkap setelah penyelidikan", kata Shakeel Ahmad.
Namun Duta Besar Pakistan untuk Washington, Hussain Haqqani mengatakan kepada televisi Amerika, saat ini bukan waktunya India melontarkan tuduhan terhadap Pakistan.
"Saya rasa ini bukan saatnya bagi India atau siapa pun di India menuduh Pakistan. Ini saatnya untuk bekerjasama dengan Pakistan. Pakistan kini negara demokrasi. India negara demokrasi. Dan sebagai dua demokrasi, kita perlu saling memperkuat, bukannya masuk ke dalam jebakan para teroris, yang menghendaki kita saling berperang, sehingga mereka bisa menjadi lebih kuat", kata Haqqani.
Pakistan menegaskan pemerintah telah melakukan apa saja dalam kemampuannya untuk memberikan jaminan kepada India.
Sekitar 10 militan diperkirakan terlibat dalam serangan Rabu lalu yang terjadi di dua hotel, stasiun kereta api, rumah sakit dan pusat Yahudi.
Sebagian besar korban tewas adalah warga India, sedangkan sekitar 22 orang adalah warga asing.
bbc