Thursday, December 4, 2008

Pakistan vows 'action' on Mumbai

PAKISTAN'S president has vowed to take "strong action" against any elements in his country involved in last week's attacks in the Indian city of Mumbai.

Smoke billows from the Taj Mahal Palace hotel in Mumbai on 29/11/08Asif Ali Zardari made the pledge during a meeting with US Secretary of State Condoleezza Rice, his office said.

Speaking after the meeting, Ms Rice said she found the Pakistani leadership "focused" and "committed" on the issue.

Tensions have risen amid Indian claims of Pakistani links to the attacks, which killed at least 188 people.

Islamabad denies any role and has cast doubt on the allegations.

But President Zardari, during his meeting with Ms Rice, repeated an earlier promise to help investigate the attacks, his office said.

"The government will not only assist in investigation but also take strong action against any Pakistani elements found involved in the attack," he is quoted in an official statement as saying.

"Pakistan is determined to ensure that its territory is not used for any act of terrorism," he added.

Meanwhile, a Pakistani group has denied any connection with the banned militant group Lashkar-e-Toiba, which is suspected of being behind the Mumbai attacks.

A spokesman for Jama'at ud Dawa, Abdullah Muntazir, suggested homegrown Indian militants were involved instead. "I do not believe the attacks in Mumbai could have been carried out by Muslims," he told reporters.

'Robust response'
Ms Rice described her talks with Mr Zardari, Prime Minister Syed Yusuf Raza Gillani and the country's army chief as "quite satisfactory".

"I have found a government that is focused on the threat and understands its responsibilities to respond to terrorism and extremism," she told a news conference.

She said Pakistan would investigate any links with Mumbai, "because the Pakistani government... does not in any way want to be associated with terrorist elements and is indeed fighting to root them out wherever they find them."

Before arriving in Islamabad, she told reporters Pakistan must take a "tough line" on terrorism.

Ms Rice travelled to Pakistan from India where she called on both countries to show moderation in their response to the Mumbai attacks.

While Pakistan needed "a robust response", India should not take actions that would provoke "unintended consequences", she said.

US Joint Chiefs of Staff Chairman Mike Mullen has been pushing the same message, in meetings with defence officials in Pakistan on Wednesday and India on Thursday.

The pressure from India to take action against militants it claims were involved in the Mumbai attacks puts Pakistan's government in a difficult position, the BBC's diplomatic correspondent Jonathan Marcus says.

The authorities in Islamabad may doubt the capacity of their own security forces to carry out such orders, he says.

And, by acceding to Indian pressure, Pakistan might risk deeper civil strife at home. Overt Indian military action might provoke a new stand-off that would do nothing for Pakistan's stability, which remains an ever shakier corner-stone of US and western efforts to win the war in Afghanistan, our correspondent adds.

Last week's attacks at multiple locations in India's financial capital stunned the country, with many describing it as India's 9/11.

Three major airports in India are on heightened alert after a threat of more possible attacks by the Deccan Mujahideen, the previously unknown militant group who claimed responsibility for last week's Mumbai attacks.

Meanwhile, the resignation of Vilasrao Deshmukh, chief minister of the state of Maharashtra where Mumbai is located, was accepted by the governing Congress Party on Thursday.

His was one of a number of resignations in the wake of the attacks amid growing fury over the government's handling of the crisis.

 bbc

Pakistan Janji 'Tindak Tegas' Soal Mumbai

PRESIDEN Pakistan mengambil "tindakan tegas" terhadap siapa saja yang terlibat serangan di Mumbai pekan lalu. Demikian Asif Ali Zardari, Presiden Pakistan mengatakan kepada Menlu AS Condoleezza Rice pada suatu pertemuan di kantor kepresidenan Pakistan.

Smoke billows from the Taj Mahal Palace hotel in Mumbai on 29/11/08Seusai acara pertemuan, Menlu Rice mengatakan, para pemimpin Pakistan "berkonsentrasi" dan "committed" mengenai isu ini.

Sebelumnya, India menuding serangan itu terkait dengan kepentingan Pakistan. Namun, Islamabad membantah terlibat dan meragukan tuduhan-tuduhan oleh India.

Presiden Zardari dalam pertemuan dengan Rice, mengulang janji sebelumnya untuk membantu menyelidiki serangan terhadap Mumbai, kata pernyataan kantornya.

"Pemerintah tidak hanya akan membantu investigasi, tapi juga mengambil tindakan tegas terhadap unsur-unsur Pakistan yang ditemukan dalam serangan," katanya.

"Pakistan juga bertekad untuk memastikan wilayahnya tidak digunakan tindak terorisme apa pun," kata dia.

Sementara itu, sebuah kelompok di Pakistan membantah tersangkut dengan kelompok militan terlarang Lashkar-e-Toiba, yang dicurigai di belakang serangan Mumbai.

Jurubicara Jama'at ud Dawa, Abdullah Muntazir, secara tersirat mengatakan, orang-orang militan asal India sendiri yang terlibat. "Saya tidak yakin serangan di Mumbai mungkin dilakukan oleh muslim," kata Muntazir kepada wartawan.

Rice menggambarkan pembicaraannya dengan Presiden Zardari, Perdana Menteri Syed Yusuf Raza Gillani dan panglima angkatan bersenjata "sangat memuaskan".

Pemerintah India memperketat pengamanan sejumlah bandara utama setelah diterimanya peringatan kemungkinan serangan milisi.

bbc

� 11sig04

Sunday, November 30, 2008

Pemerintah India dalam tekanan

PEMERINTAH India berada dalam tekanan terkait dengan laporan-laporan yang menyebutkan, bahwa pihaknya sebenarnya mengetahui akan ada serangan di Mumbai tetapi gagal bertindak.

Manmohan Singh akan membentuk badan anti-terorLaporan-laporan itu menyebutkan pemerintah India bahkan mengetahui para pelaku akan menggunakan perahu.

Ratusan orang turun ke jalan Hari Minggu untuk memprotes pemerintah yang dianggap gagal. Mereka mengatakan pihak berwenang seharusnya lebih siap menghadapi serangan dan juga mempertanyakan apakah mereka mengabaikan peringatan akan adanya serangan ini.

Peristiwa di Mumbai tersebut menelan 172 korban jiwa.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh memimpin perundingan untuk menentukan langkah-langkah baru melawan terorisme. Dia mengatakan pemerintah berencana untuk membentuk badan anti-teror.

Kantor berita Reuters mengutip Singh yang mengatakan pemerintah akan memperluas dan menambah pasukan anti-teror.

Penyelidikan
Wakil Menteri Dalam Negeri India, Shakeel Ahmad mengatakan kepada BBC bahwa hampir semua penyerang Mumbai adalah warga Pakistan, dan berlatih di sebuah pulau di Pakistan.

"Sudah sangat jelas dipastikan dengan sendirinya kemarin bahwa semua teroris yang tewas dari Pakistan. Mereka warga Pakistan. Mereka bertanggungjawab atas serangan di Mumbai. Soal apakah mereka mendapat dukungan pemerintah atau apakah ada keterlibatan pemerintah di dalamnya, itu akan terungkap setelah penyelidikan", kata Shakeel Ahmad.

Namun Duta Besar Pakistan untuk Washington, Hussain Haqqani mengatakan kepada televisi Amerika, saat ini bukan waktunya India melontarkan tuduhan terhadap Pakistan.

"Saya rasa ini bukan saatnya bagi India atau siapa pun di India menuduh Pakistan. Ini saatnya untuk bekerjasama dengan Pakistan. Pakistan kini negara demokrasi. India negara demokrasi. Dan sebagai dua demokrasi, kita perlu saling memperkuat, bukannya masuk ke dalam jebakan para teroris, yang menghendaki kita saling berperang, sehingga mereka bisa menjadi lebih kuat", kata Haqqani.

Pakistan menegaskan pemerintah telah melakukan apa saja dalam kemampuannya untuk memberikan jaminan kepada India.

Sekitar 10 militan diperkirakan terlibat dalam serangan Rabu lalu yang terjadi di dua hotel, stasiun kereta api, rumah sakit dan pusat Yahudi.

Sebagian besar korban tewas adalah warga India, sedangkan sekitar 22 orang adalah warga asing.


 bbc